Widget HTML #1

Kelas Digital Marketing

Penguatan Pokdarwis dan Branding Geosite Kedung Lantung, Pengelola Desa Wisata Tinalah Berbagi Praktik Baik di Bojonegoro

Bojonegoro, 11 Juni 2026 – Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis potensi lokal terus dilakukan di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata Geosite Kedung Lantung yang diselenggarakan di Balai Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.


Penguatan Pokdarwis dan Branding Geosite Kedung Lantung, Pengelola Desa Wisata Tinalah Berbagi Praktik Baik di Bojonegoro


Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat hasil kerja sama antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan mitra pendamping Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro dalam mendukung pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.


Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, praktisi desa wisata sekaligus pengelola Desa Wisata Tinalah, Galuh Alif Fahmi Rizki, yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan desa wisata, pemberdayaan masyarakat, serta strategi membangun identitas destinasi wisata yang kuat di era digital.


Geosite Kedung Lantung dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata alam dan wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Keunikan bentang alam serta potensi lingkungan yang dimiliki menjadikan kawasan ini berpeluang besar berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.


Dalam pemaparannya, Galuh menjelaskan bahwa keberhasilan suatu destinasi wisata tidak hanya bergantung pada potensi alam yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan tata kelola organisasi yang mendukung pengembangan destinasi tersebut.


Penguatan Pokdarwis dan Branding Geosite Kedung Lantung, Pengelola Desa Wisata Tinalah Berbagi Praktik Baik di Bojonegoro


Menurutnya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki peran penting sebagai motor penggerak pariwisata di tingkat lokal. Organisasi yang aktif, terstruktur, dan memiliki visi yang jelas akan lebih mampu menggerakkan partisipasi masyarakat serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.


“Pariwisata berbasis masyarakat membutuhkan kelembagaan yang kuat. Ketika Pokdarwis memahami fungsi, peran, dan tata kelola organisasi dengan baik, maka pengembangan destinasi dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.


Selain aspek kelembagaan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan wisata edukasi yang mampu memberikan pengalaman bermakna kepada wisatawan. Wisata saat ini tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada pengalaman belajar, interaksi, dan nilai yang diperoleh pengunjung selama berada di destinasi.


Sesi lainnya membahas pentingnya branding kawasan wisata. Peserta diajak memahami bagaimana membangun identitas destinasi yang khas, memperkuat citra kawasan, serta menyampaikan nilai dan keunikan Geosite Kedung Lantung kepada calon wisatawan.


Branding destinasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing wisata. Dengan identitas yang kuat, sebuah destinasi akan lebih mudah dikenal, diingat, dan dipilih oleh wisatawan dibandingkan destinasi lain yang memiliki karakteristik serupa.


Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan pariwisata. Mulai dari pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, dokumentasi digital, hingga strategi pemasaran digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan destinasi wisata saat ini.


Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh manfaat berupa peningkatan kapasitas dalam tata kelola organisasi Pokdarwis, penguatan kompetensi pelayanan wisata, kemampuan mengembangkan program wisata edukatif, serta keterampilan membangun branding destinasi yang efektif.


Program kolaborasi antara EMCL dan LPPM Universitas Bojonegoro ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata sekaligus mendorong lahirnya destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan strategi branding yang tepat, Geosite Kedung Lantung memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro yang mampu mengintegrasikan aspek edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.


Posting Komentar untuk "Penguatan Pokdarwis dan Branding Geosite Kedung Lantung, Pengelola Desa Wisata Tinalah Berbagi Praktik Baik di Bojonegoro"

Kelas Digital Marketing
Kelas Digital Marketing